2 Wanita Hamil

Ini kisah cerita di sinetron “Melati untuk Marvel” yang mana 2 tokoh wanita dalam sinetron tersebut diberitahu dokter bahwa mereka sedang hamil.

Yang mana reaksi keduanya amat bertolak belakang.

Yang satu menyambut dengan senyuman lebar di wajahnya dan pelukan hangat dari sang suami serta kegembiraan sang mertua perempuan yang akan segera menjadi seorang nenek.

Sementara wanita satunya lagi hanya bisa menangis mengetahui keadaan dirinya yang kini sedang mengandung anak dari lelaki yang bukan suaminya, melainkan suami dari wanita yang sedang berbahagia di atas!

Yupp..

Si Andikha awalnya masih cinta sama mantan pacarnya, Shafa.

Walaupun dirinya telah menikah dengan Aurel, Dhika masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya harus berpisah dengan Shafa.

Shafa yang telah menjalin hubungan dengan Reihan pun belum bisa sepenuhnya melupakan Dhika.

Suatu hari mereka menghabiskan malam bersama dan menyatukan cinta mereka dalam hubungan yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.

Kejadian yang hanya terjadi sekali namun membuahkan benih yang berkembang menjadi janin dalam kandungan Shafa.

Seiring waktu, perasaan Andhika pun mulai berubah, Andhika jadi jatuh sayang dan makin cinta dengan Aurel.

Di siang sebelum Shafa memeriksakan diri ke dokter karena kondisinya yang kurang sehat, Andhika dan Shafa bertemu di sebuah restoran.

Shafa mengabarkan dirinya telah dilamar oleh Reihan dan akan segera menikah.

Dhika mengucapkan selamat tanpa kecemburuan sama sekali.

Dhika juga bilang bahwa dirinya telah mencintai istrinya dan dia bilang ma Shafa bahwa sebaiknya mereka tidak usah bertemu kembali di masa yang akan datang.

Shafa setuju dan mereka berpisah jalan.

Tapi..

Setelah mengetahui dirinya hamil anaknya Dhika, bagaimana kah Shafa harus melanjutkan hidupnya?

Apakah ia harus tetap mempertahankan anak dalam kandungannya itu atau digugurkan?

Bagaimana dengan Reihan? Haruskah ia memberitahu Reihan mengenai keadaannya?

Bagaimana bila Reihan tidak bisa menerima dirinya?

Saksikan kelanjutannya di ‘Melati untuk Marvel’ setiap hari mulai pukul 7 malam hanya di SCTV!

Lhoo..

Kok jadi ngiklan, hahahaha :p

Anywayy..

Cuplikan adegan di atas itu bikin gua jadi berpikir..

Bahwa emang yang namanya premarital sex itu lebih banyak membawa kerugian di pihak cewek dibanding di pihak cowok!

Kalau cowok yang melakukannya, banyak yang beranggapan bahwa cowok itu hanya menikmati masa mudanya, mencari pengalaman, dan berbagai alasan yang seolah ‘membenarkan’ perbuatan cowok itu.

Sementara tanggapan untuk sang cewek?

Dibilang murahan lah, gatal lah, ngga bisa nahan diri dan berbagai macam komentar miring yang bisa bikin telinga memerah.

Padahal mungkin aja si cowok yang memaksa sang cewek melakukannya.

And udah nature kalau tenaga cowok itu lebih besar daripada tenaga cewek jadi andai si cewek nolaks sekalipun, si cowok yang udah dipenuhi hawa napsu bisa tetap memaksakan kehendaknya dan perlawanan sang cewek hanya menjadi sia2 belaka.

Dan ‘harta’ yang seharusnya dipersembahkan hanya bagi sang suami pun terenggut secara paksa.

Setelah melakukan hubungan intim itu sekalipun, sang cewek yang harus menanggung konsekuensi lanjutan dari hubungan sesaat yang mungkin didasarkan atas nama coba2, keingintahuan, suka sama suka, pelampiasan, pemaksaan, dan lain sebagainya.

Hamil.

Kadang gua berpikir ngga adil juga ya.

Pasangan yang udah sekian tahun menantikan kehadiran buah hati dalam pernikahan mereka namun belum juga rumah tangga mereka diwarnai dengan tangisan sang bayi yang akan bikin ortunya repots hingga larut malam.

Sementara banyak kasus remaja hamil di luar nikah kemudian menggugurkan kandungannya karena sang pacar tidak mau bertanggung jawab, belum siap memikul beban sebagai orangtua ataupun karena tidak ingin kehadiran anak merusak masa depannya!

Pernikahan yang terjadi karena paksaan most likely ngga akan berjalan dengan lancar.

Si cowok mungkin terpaksa menikahi sang cewek demi menutupi aib, karena paksaan dan ancaman orangtua, tapi kalau secara mental dia belum siap menjadi ortu, maka kasian juga anak yang lahir nanti.

Belum lagi mungkin aja si cowok merasa si cewek ‘menjebaknya’ dengan hamil.

Padahal helloo..

It takes two to tango!

Sang cewek ngga akan bisa hamil kalau ngga dapat sperma dari sang cowok untuk bertemu dengan sel telurnya!

Jadi inget lagunya si Blue Savannah yang menurut gua so very true bangets..

Liriknya gini pas bagian reff :

Alat kontrasepsi paling aman, yaitu ngga usah berhubungan!

Yoii..

Pemakaian kondom, nelan pil kb dan lain-lain mungkin bisa meminimalisirkan kemungkinan hamil, tapii..

Ngga sama sekali 100% bakal bisa mencegah kehamilan ‘bo!

It’s risky..

So very risky!

Jadi mending ngga usah berhubungan badan dhe selama belum married.

Pikirkan baik2 konsekuensinya, jangan hanya kenikmatan sesaat yang dirasakan selama berhubung intim itu.

And biasanya seehh..

Sekali elo merasakan kenikmatan itu, tubuh elo akan terus nagih so most likely you will do it again and again no matter what your brain said, huehehe..

Kalau gua ngga salah di luar sana sekarang lagi rame gerakan ‘virgin society’, gua lupa tepatnya namanya apaan.

Tapi itu berupa ajakan untuk stay virgin sampai dengan saat menikah nanti.

Well..

It’s your life and it’s your call..

It’s always up to you whether you’re gonna do it or not.

But please think of the consequences 1st.

And abortion can put your life to an end.

And you have to answer it for yourself whether you can call it a murder or not.

And sometimes I do wonder..

Kenapa seehh wanita yang harus lebih banyak menanggung akibatnya?

Kok pria sepertinya enak2 aja ya?!

Resiko hamil ditanggung wanita.

Kalau mau ngegugurin kandungan, resikonya juga yang nanggung wanita!

Di mana letak tanggung jawab pria kalau githu?

And maybe it’s because..

Women should have handled the situations.

Don’t get too carried away with the warm-ups.

Selalu mendengarkan alarm yang berdering dengan keras dalam kepalanya sebelum semuanya menjadi terlambat.

Anywayy..

I salute all the single Moms out there who are being one by choice and not by force 😉

Well..

Anyway, I felt like I was so very chattery last night, ahahaha..

Padahal khan biasanya gua pendiaaaamm *ehem*

I talked on the phone with my friend for hours.

I like these two-ways communications.

Especially after having a one-way communication earlier that day, ahahaha..

No wonder I was that chattery last night ’cause I felt quite fed up.

And it made me realized something.

Ketika elo tidak menyukai sesuatu maka biasanya elo akan tetap tidak menyukainya ngga peduli siapapun yang melakukannya.

Tapi ketika orang terdekat elo or teman elo yang melakukannya maka mungkin batas toleransi elo akan perbuatan tidak menyenangkan (serasa lagi melaporkan kasus, hahaha :p) itu akan lebih besar.

Semisal gini..

You hate smoke and smokers.

Tapi ketika yang do the smoking adalah teman sendiri, maka elo lebih bisa mentoleransi kepungan asap dari 1 atau 2 batang rokok.

Doesn’t mean that you’re no longer hate that smoke or smokers-thing.

Tapi elo akan lebih berusaha ‘memaklumi’ asapnya, especially when you know that your friend is an emotional smoker, huehehehe :p

-Indah-

Advertisements

3 Comments »

  1. tuteh Said:

    Sis…

    1. Kadang cowok nggak sepenuhnya disalahkan. Kita, sebagai cewek, nggak bisa sepenuhnya nyalahin cowok juga. Betul kalo alat kontrasepsi paling ampun itu ya nggak usah berhubungan 😀 hehehe… t sering bilang di radio, “jangan cowok yang dibilang lari dari tanggung-jawab. Coba ingat2 lagi, waktu ML itu suka-sama-suka nggak…cewek waktu mo ngelakuin itu mestinya mikir donk konsekuensinya apa kelak. And then, cewek juga harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakuin… Sama-sama tanggung jawab laaaa…”
    Padahal gue cewek, ngomong gitu :p gimana kalo gue cowok yaks? Hehuehueheuheue…

    2. Ya T percaya pada menjaga ‘harta’ itu ampe pada waktunya 😀 seperti kata Delon; indah pada waktunya.

    3. T nggak nonton sinetron ituw :p hueheehuehe…

    Hmmm ketimbang aborsi sih, mending merit aja… atau anak itu dipiara kek… nyawa nih ceritanya 😀

    ~.*.~

    @ Tuteh : ahahaha.. emang bener, ngga mungkin cuman satu pihak aja yang salah, dua2nya punya bagian :p Tapii.. gua lagi mikir2.. kayanya kok “kerugian” itu lebih banyak di pihak cewek ya? And cewek juga yang akan lebih nanggung akibatnya. Jadii.. in a wayy yaa mungkin cewek juga yang musti lebih bisa nahan diri terhadap godaan, huahahahaha 😀

    Btw, ngga rugi kok ngga nonton sinetron, ahahaha.. karena kadang cuman bikin esmosi jiwa donks, wakakakakak :p

  2. depz Said:

    komen apa ya
    ngangguk2 aja deh

    ~.*.~

    @ Depz : ikutan ngangguk dhe :p

  3. Ndah lu sempet ye ngikutin itu sinetron?
    gue udh pusing abeees 😀 hahahha
    males nonton opera sabun gak jelas itu hihihi

    anw.. yuuuks mari dukung virgin society itu 🙂

    ~.*.~

    @ Ekaa : ahahaha.. iyee.. gua sempet ngikutin tuh sinetron, kayanya pas itu koneksi internet lagi tulalit, huahahaha.. daripada ngga ada kerjaan ya udah yuukk marii.. kita tonton tuh sinetron, hihihi.. kadang bagus jugaa kok sebelon akhirnya ceritanya mulai ngalor ngidul ngga jelas :p


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: