Bejana Yang Retak

Dalam rangka merayakan postingan ke-50 gua di blog yang baru ini maka gua akan ngepost s’thing special.

Berikut ini kisah yang gua dapat dari forward-an e-mail many moons ago alias udah lamaa githu lho, ahahaha :p

Anywayy, berhubung yang aslinya udah ntah di mana (lagian dulu itu seinget gua dalam bentuk .pps) jadi gua hanya ceritain yang seinget gua aja, yang artinya semoga ngga salah pesan dan kesan, ahahaha ^o^

Here’s the story..

Bejana Yang Retak

Suatu hari di musim kekeringan.

Karena mata air di desa tempat tinggalnya sudah mengering, maka penduduk desa itu terpaksa harus berjalan jauh untuk menimba air dari sebuah sumur yang ada sekian kilometer dari desa mereka.

Seorang petani setiap hari selalu memikul dua buah bejana kosong dan mengisinya penuh2 di sumur sebelum membawanya kembali ke desanya.

Setelah sekian lama, seorang teman si petani memperhatikan bahwa sang petani hanya berhasil membawa pulang 1,5 bejana air.

Ia kemudian mengamati bejana sang petani dengan seksama dan menemukan di salah satu bejana itu terdapat retakan.

Ngga heran air yang ada dalam bejana jadi merembes keluar.

Sang teman menyampaikan pada si petani hasil temuannya.

Sang petani hanya tersenyum mendengar apa yang dibilang temannya itu.

Dia kemarin mengajak temannya untuk ikut dengannya ke sumur keesokan harinya karena ada sesuatu yang ingin dia perlihatkan pada temannya itu.

Keesokan harinya, keduanya berjalan bersama menuju sumur. Mengobrol sepanjang jalan sehingga tanpa terasa mereka telah sampai di tempat tujuan.

Sang teman membantu petani mengisi bejananya itu.

Setelah terisi penuh, keduanya kembali berjalan pulang.

Sepanjang perjalanan air dari bejana yang retak itu menetes sedikit demi sedikit, membasahi pinggir jalan.

Sang teman menunjukkan pada si petani jejak air yang ditinggalkannya.

Petani itu tersenyum, bukannya mengomentari tentang bejananya, petani itu malah bertanya pada temannya :

Apakah kamu melihat perbedaan di antara kedua sisi jalan?

Temannya bingung dengan pertanyaan sang petani yang menurutnya aneh itu.

Tapi tanpa membantah, ia mulai memperhatikan sisi jalan yang dilangkahi kakinya.

Hmm.. Kalau diperhatikan memang sisi yang satu terlihat lebih hijau dibanding sisi yang lainnya.

Si petani tersenyum lebar mendengar jawaban temannya itu.

Kemudian ia menjelaskan bahwa sebenarnya telah sejak lama ia mengetahui keretakan di bejananya itu.

Namun demikian si petani sengaja tidak mengganti atau menambal bejananya itu.

Petani itu malah senang karena air rembesan dari bejananya itu bisa memberikan kehidupan bagi rumput2 dan bunga2 liar di sepanjang jalan yang dilaluinya itu.

Memang sih karena bejananya yang retak itu si petani jadi harus lebih sering bolak balik ke sumur.

Tapi ketika melihat bunga2 yang bermekaran dan rumput2 yang menghijau, si petani merasakan kegembiraan dalam hatinya yang membuat seluruh penat yang dirasakan tubuhnya berkurang.

Dan kebahagiaan petani bertambah ketika membayangkan bahwa tidak hanya dirinya saja yang akan bisa menikmati pemandangan indah itu.

Semua orang yang melewati jalan tersebut dapat turut menikmati pemandangan yang tersuguh.

-The end-

~.*.~

Yaa.. Β± begitu dhe ceritanya, hehehe..

Cerita ini berkesan bangets buat gua dari sejak pertama gua membacanya.

And walau kadang ingatan gua akan cerita ini timbul tenggelam berganti dengan cerita forward-an lain yang gua baca, ‘Bejana Yang Retak’ ngga pernah benar2 gua lupakan.

Karena message of the story-nya itu yang bagus bangetss ‘boo!

Seberapa sering kita ngerasa seperti bejana yang retak tersebut?

Merasa diri kurang sempurna, terutama bila dibandingkan dengan orang2 di sekitar kita.

Berbahagialah bagi yang belum pernah merasakannya.

Tapi buat yang pernah, sedang ataupun sering merasakannya..

Jangan bersedih.

Kita ngga diciptakan Tuhan secara random.

Apa adanya diri kita saat ini mengandung misi pembelajaran yang amat mungkin menjadi bekal untuk kita di masa mendatang.

Dan lagi, Tuhan menciptakan kita dengan suatu ‘misi’ tertentu yang mana misi yang kita emban amat sangat mungkin berbeda dengan misi yang dipikul orang lain.

Seperti halnya kedua bejana dalam cerita di atas.

Si bejana yang sempurna fungsinya hanya untuk menampung air.

Sedangkan si bejana yang retak misinya dobel, karena selain untuk menampung air, ia juga harus memberikan apa yang dimilikinya untuk apa saja yang ditemuinya sepanjang jalan.

Ada yang bilang gini :

What we have in this world isn’t for ours to keep but for ours to give

Atau yaa seperti biasa, Β± begitulah maksudnya, ahahaha :p

Semuanya tentu aja plus minusnya sendiri lah.

Dan keduanya sama2 memberikan kebahagiaan, tapi mungkin berbeda bentuknya.

I always love this kind of forwarded message(s).

Cerita yang ngga hanya membuat kita tersenyum kala membacanya untuk kemudian terlupakan, tapi cerita yang nyangkut di hati dan bikin otak menelaah lebih lanjut pesan yang ada dalam cerita tersebut.

Kadang gua berpikir bahwa :

Sempurna itu bukanlah tanpa cela, tapi justru mempunyai both kelebihan dan kekurangan itulah yang menjadikan sesuatu itu sempurna

Karena apa?

Yaa.. Gua masih berpatokan pada itu lhoo, manusia sebagai masterpiece ciptaannya Tuhan, hehehe..

*tampaknya udah mulai ga nyambung jadi lebih baik segera disudahi sebelum makin ngelantur*

Ahahahaha ^o^

-Indah-

Advertisements

8 Comments »

  1. Tiada suatu kebetulan yang benar2 kebetulan πŸ˜‰
    bahkan suatu kekurangan pun ternyata punya makna.

  2. Meda Said:

    duh …kok aku sedih ya baca crita ini … hiks :(. bagus banget ndah.

  3. Indah Said:

    Ekaa.. iya, Kaa, semua hal mempunyai makna, cuman kadang kalo lagi sedih, suka susah untuk melihat dan menyadari hal itu, hehehe πŸ˜€

    Medaa.. bagus ya, Mee, acung jempol buat yang bikin tuh cerita, hehe πŸ™‚

  4. depz Said:

    thanks for sharing this story
    πŸ™‚
    so inspiring

    btw congrats untuk 50th post nya
    πŸ™‚

  5. tuteh Said:

    Cerita yang nyentuh banget… πŸ™‚ pernah baca juga dari sebuah milis… aku memandangnya sebagai : selalu ada hikmah dari setiap kejadian dalam hidup kita, sist πŸ˜› hehehe…

  6. Ria Said:

    ketika kita bermanfaat untuk orang lain dititik itulah sebenernya kebahagiaan yang tidak terkira…tetapi menjadi seserang yg membawa manfaat bukanlah perkarah mudah harus ada pengorbanan yg mengiringinya.

  7. Sheilla Said:

    Udah 50 aja Ndah postingannya, banyak juga yah. Ceritanya menyentuh sekali ^ ^

  8. Indah Said:

    Depz.. sama2, makasih udah baca, hehe πŸ˜€ Terima kasih juga untuk ucapannya ^o^

    Tutehh.. iyaa, bener bangets, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian cuman seringkali emosi yang kita rasakan itu menghalangi pelajaran yang harusnya bisa kita petik, ahahaha πŸ˜€

    Riaa.. hmm.. bener juga ^o^ But then again, every little thing counts, kadang perbuatan kita yang sepele sekalipun bisa bermakna buat orang lain, hehe, jadi yaa mungkin intinya keep doing good things aja kali yaa πŸ˜€

    Sheillaa.. Psssttt, Sheill.. let me tell you a secret, ini cuman copas, ahahaha :p Tanggal postingannya aja di bulan February ^o^


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: