Going in Circle

Pernah ngga merasakan hal yang sama berulang2?

Kalau yang kalian rasakan itu adalah hal yang menyenangkan sih jelas ngga bakal ada yang nolaks, siapa juga yang ngga mau mengalami hal yang menyenangkan tiap hari, betul?

Tapi terkadang justru yang berulang itu adalah kejadian yang ngga menyenangkan.

Hal yang bikin kepala mendidih, aliran darah mengalir lebih cepat, tanggul pertahanan airmata jebol yang ujung2nya bikin hati kembali berdarah.

Apa kalian mengalaminya dengan orang yang sama ataupun dengan orang yang berbeda, rasanya yaa ngga ada bedanya juga karena sakitnya tetap sama.

Dan pernahkan kalian stop for a moment and take time untuk mencari tahu kenapa sih kejadian yang sama selalu berulang?

Kenapa sih kalian selalu bagai berjalan dalam sebuah lingkaran tanpa ujung.

Gua pernah, masih dan sepertinya akan kembali merasakannya di masa mendatang.

Pasti dhe sering dengar bahwa segala hal yang terjadi dalam hidup kita itu bukan kebetulan, kita mengalaminya untuk suatu alasan.

Kalau lagi mengalami hal2 yang menyenangkan, amatlah mudah untuk mengamini pernyataan di atas karena toh kalau lagi senang biasanya kita ngga terlalu mempertanyakan :

Why me, God? Kenapa aku selalu manusia yang selalu beruntung mendapatkan hal2 yang baik ini?

Bukannya ngga ada sih yang kaya githu tapi porsinya pasti lebih dikits dibanding yang bertanya gini :

Why me, God? Kenapa harus saya yang selalu mendapatkan kesusahan? Apa salah saya sehingga harus mengalami semuanya ini?

Sounds familiar?

Huehehe.. Gua kadang suka bertanya githu.

Maksud hati sih ngga mau nanya githu, tapi di kala lagi down and perasaan kacau balau and tertekan bangets, terkadang pertanyaan itu muncul tanpa bisa dikendalikan.

Ujung2nya sih biasanya jadi malu ati sendiri karena apa yaa? Kok kesannya gampang bener ngeluh?

Padahal hal2 ngga enak yang gua alami itu porsinya jauuuh lebih kecil dibanding hal2 menyenangkan yang telah Tuhan berikan sepanjang hidup gua.

Ya wajar lah namanya manusia hidup itu ada ups and downs-nya biar ada variasinya githu jadi khan ga bosen yaa, huehehe :p

And sometimes ada hal2 yang harus kita alami sendiri untuk bisa mengetahui bagaimana rasanya.

Orang yang belum pernah kehilangan orang yang disayanginya ga akan bisa bener2 mengerti rasanya kehilangan orang yang berarti dalam hidup kita.

Ngebayangin mungkin bisa tapi antara ngebayangin ama ngerasain itu beda.

Karena ngebayangin itu hanya ada di alam pikiran, ‘rasa’-nya masih di awang2.

Sementara kalau ngalamin, segala sesuatu kembali berpijak di bumi dan rasa sakitnya lebih nyata.

And biasanya, in times of troubles, di sanalah kita mendapatkan pelajaran yang lebih besar daripada yang didapatkan ketika lagi happy2.

Yaa.. Tetap aja kadang sulit mencernanya, hahaha..

And ada yang bilang kalau kita mengalami hal yang sama berulang kali itu karena kita selalu missed learning the lessons so dianggap belum saatnya moving forward menuju lessons berikutnya makanya terus dikasih hal yang sama berulang kali.

Hmm..

Mungkin ada benarnya.

Sebenarnya dari kejadian yang berulang dalam hidup gua, somehow gua udah tau apa yang musti gua pelajari untuk memperbaiki keadaan supaya ke depannya apa yang terjadi sekarang ngga terulang lagi.

Tapi again gua masih mentok di masalah hati gua yang masih belum bisa nerima.

Susah ya punya hati dan pikiran yang ga sejalan :p

Jadi yaa for me, the thing I should do to not going around in circles from time to time adalah mulai belajar nerimo hal2 yang bertentangan dengan hati gua.

Karena sometimes there are things yang out of your controls.

Nah kalau yang out of controls itu yang gua paksa harus gua ubah baru gua bisa make peace, mungkin gua harus struggling for the rest of myself dengan end result ya tetap ga berubah juga, nasib oohh nasib, huehehe.

How about you? Kira2 hal apakah yang menyebabkan kalian masih harus terantuk di hal yang sama secara berulang kali? Lessons macam apa yang selalu luput untuk kalian pelajari?

Aahh.. Jadi inget lagunya Gil.

Round and round and round it goes and when it stops nobody knows..

-Indah-

Advertisements

2 Comments »

  1. Sheilla Said:

    Postingan2 loe emank selalu dalem deh Ndah ^ ^. Gw jg inget lagu itu, jaman2 Gil dan The Moffatts (bener ga si spellingnya?) hihi

  2. Indah Said:

    Hehehe.. masa seeh, Sheill? 😀 Iyaa.. ke mana tuh yaa si Gil ama The Moffatts? Udah ngilang githuu :p


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: