Divine Secrets of Ya-Ya Sisterhood

Jadi bahas film lagi dhee :p

Biarin dhe, mumpung lagi semangat, huehehe ^o^

Cerita dimulai dengan empat orang gadis yang menyelinap keluar dari sebuah rumah di malam hari.

Mereka pergi ke hutan di dekat rumah dan duduk mengelilingi api unggun.

Sang ketua kelompok, Vivi, kemudian membagikan mahkota yang ‘dipercaya’ dulunya dimiliki oleh ratu dari berbagai macam kerajaan.

Dia juga memberikan nama pentahbisan kepada mereka berempat lalu mengadakan perjanjian darah.

Yang dimaksud dengan perjanjian darah adalah keempat gadis tersebut melukai kedua telapak tangan mereka dan setelah masing2 tangan mengeluarkan darah, mereka bergandengan tangan sambil mengelilingi api unggun dan meneriakkan ‘Ya-Ya!’

Dan mulai saat itulah terbentuk The Ya-Ya Sisterhood.

Persahabatan yang terjalin di antara empat gadis cilik tersebut pun berlanjut hingga keempatnya berusia lanjut.

Masalah dimulai ketika putri sulung Vivi, Sidda, diwawancara sebuah majalah dan hasil print wawancara tersebut mengesankan seolah2 Vivi adalah sosok ibu yang mengerikan, yang tentu saja bukan itu yang dimaksudkan Sidda ketika melontarkan kata2 :

If I had an easy childhood, I wouldn’t have stories to write.

Yaa ± begitulah :p

Vivi marah dan langsung menelpon Sidda yang tinggal beda kota dengan dirinya.

Namun sejak dulu komunikasi di antara ibu dan anak ini memang selalu buruk jadi bukannya menjernihkan isi wawancara tersebut, persoalan malah melebar ke mana2.

Di saat inilah ketiga anggota Ya-Ya Sisterhood lainnya memutuskan untuk melakukan intervensi.

Mereka merencanakan acara penculikan Sidda yang berjalan dengan mulus dan ketika terbangun keesokan paginya, Sidda telah berada di kota kelahirannya.

Sidda diperlihatkan diary ‘Divine Secrets of The Ya-Ya Sisterhood’ karena para teman nyokapnya itu ingin Sidda lebih mengenal sosok ibunya semasa muda dulu.

Dari cerita kisah mengenang masa lalu dari ketiga Ya-Ya Sisterhood, sedikit demi sedikit Sidda menjadi lebih memahami ibunya.

Dan film pun berakhir dengan happy ending 😉

I guess this is a good movie to watch, for any ages.

Kenapa?

Karena di sini dibahas tentang ‘trauma’ masa kecil.

Iyaa..

Anak itu menyerap semua perilaku orangtuanya.

Apa yang diperbuat orangtuanya mungkin maksudnya baik namun bisa jadi kesan yang diterima sang anak bukan sesuatu yang menyenangkan.

Dari flashback, Sidda mengetahui bahwa cinta sejati ibunya adalah kakak dari salah seorang Ya-Ya Sisterhood yang memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan Udara dan maju ke medan perang.

Niat mulia untuk membela negara harus dibayar mahal dengan nyawa karena ia tewas dalam peperangan.

Vivi pun merana meratapi nasibnya.

Walau akhirnya Vivi menikah dengan ayahnya Sidda namun ia tidak bisa benar2 mencintainya seperti ia mencintai kekasihnya itu.

Sidda dan kedua adiknya pun sering diabaikan oleh sang bunda. Terkadang bahkan Sidda yang harus berperan sebagai ibu kecil bagi adik2nya karena ibunya tidak memedulikan anak2nya.

Tidak semua kenangan Sidda akan ibunya yang buruk2 saja.

Berada di tempat yang penuh kenangan akan ibunya, Sidda pun bisa mengenang masa2 indah yang pernah dilaluinya bersama dengan sang bunda.

Sidda teringat masa di mana ibunya membawanya kembali ke lapangan untuk naik pesawat namun ternyata sesampainya di lapangan ternyata uang mereka tidak cukup.

Sang ibu meminta pilot untuk tetap menunggu mereka sementara ia akan mencari uang yang mereka butuhkan. Berkat akal sang ibu, akhirnya Sidda dan ibunya berhasil naik pesawat dan bahkan sang pilot berbaik hati mengantar mereka melintasi rumah mereka.

Salah satu hal yang membuat Sidda takut akan pernikahan adalah karena semasa kecilnya dulu, beberapa kali ibunya mengancam akan meninggalkan suami dan anak2nya.

Dan Vivi sempat melaksanakan niatnya itu dengan menggadaikan cincin pemberian ayahnya. Tapi tak lama Vivi pun kembali ke keluarganya.

Vivi juga terkenal suka menenggak minuman, kebiasaannya minum membuatnya semakin tidak mengurus keluarganya.

Vivi bahkan sempat merasa benci pada suami dan anak2nya. Namun akhirnya dia sadar dan memutuskan untuk berhenti minum dan mulai memperhatikan keluarganya.

Tapi ternyata obat yang dikonsumsi Vivi berakibat buruk bagi kesehatan mentalnya. Karenanya Vivi dirawat di suatu tempat khusus selama 6 bulan namun ia membuat suami dan Ya-Ya sisters berjanji untuk tidak mengatakan di mana dirinya berada selama dirawat.

Suatu keputusan yang salah karena hal ini membuat ketakutan dalam diri Sidda kecil semakin menguat bahwa ibunya telah meninggalkannya dan adik2nya serta ayahnya!

Many things you can learn from this movie so please take time to watch.

Semoga ada something’s good you can pick from the movie.

Parents of the world.. Ngga perlu kata2 kasar sekalipun, anak bisa merasakan apakah kasih sayang kalian ke mereka tulus apa ngga.

Parents of the world, please control your anger and continiously improve your ability in parenting.

Please take time to deal with the way your parents treated you when you were kids and make sure you don’t make the same mistakes like your parents.

Be a loving and understandable parents to your children.

Anak2 ngga minta banyak kok sebenarnya, mereka hanya minta diperhatikan dan dicintai ortunya apa adanya diri mereka saat ini.

Ketika mereka merasa tidak mendapatkan hal itulah mereka mulai ‘bertingkah’ dan mencari 1001 cara untuk menarik perhatian orangtuanya.

Perhatiin dhe, orangtua yang hanya memperhatikan anaknya dengan omelan, ngga usah heran kalau anaknya selalu aja mencari cara untuk membuat orangtuanya naik darah.

Heyy.. You ask for it!

Kalau kalian terus mengulang pola yang sama, akan terbentuk semacam pemikiran dalam diri sang anak bahwa omelan = perhatian maka secara tidak sadar sang anak akan berupaya mencari cara untuk mendapatkan perhatian orangtuanya dengan berulah.

Parents of the world.. Jangan pelit dengan pujian, if your children do something good then it won’t kill you to give them compliments for the things they do right!

Ga perlu mengingat2 betapa orangtua kalian dulu hanya pernah melontarkan caci maki ketika kalian berbuat kesalahan dan diam serta pura2 ga peduli ketika kalian berbuat sesuatu hal yang baik untuk menyenangkan mereka.

Jangan balas dendam ke anak kalian dengan memperlakukan ke mereka sebagaimana kalian diperlakukan oleh orang tua kalian.

Someone has to break the cycle karena tentunya kalian tidak ingin apa yang kalian alami terulang pada darah daging kalian khan?

Ingatlah segala tangisan kalian ketika berusaha menyenangkan orangtua kalian namun mereka ngga peduli, jangan biarkan airmata yang sama mengalir dari mata anak kalian!

Btw, yang terakhir2 itu nyambung ga ya ama cerita film-nya? Hahaha :p

Sutra bae laahh 😀

-Indah-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: